Rabu, 16 Mei 2012

 Descriptive Text tentang Gitar



My most valuable possession is an old, slightly warped blond guitar--the first instrument I taught myself how to play. 

It's nothing fancy, just a Madeira folk guitar, all scuffed and scratched and finger-printed. At the top is a bramble of copper-wound strings, each one hooked through the eye of a silver tuning key. The strings are stretched down a long, slim neck, its frets tarnished, the wood worn by years of fingers pressing chords and picking notes. The body of the Madeira is shaped like an enormous yellow pear, one that was slightly damaged in shipping. The blond wood has been chipped and gouged to gray, particularly where the pick guard fell off years ago. 

No, it's not a beautiful instrument, but it still lets me make music, and for that I will always treasure it.


Ali Baba was such a poor man that he had only one shoe for his two feet. Even the mice in his house were hungry.
One day, his wife said, "We have no food in the house. No rice. No potatoes. Go and collect leaves in the forest so that I can make a soup."

Ali was a lazy man. He looked for leaves for about ten minutes and then he climbed a tree to sleep. He was afraid of wolves. When he woke up, he was surprised to see forty thieves on forty horses. They stopped in front of a big rock.

"Open Sesame!" shouted the leader. A door on the rock opened. The thieves carried sacks full of gold into the cave. When they had finished, the leader shouted.
"Close Sesame!" and the door closed. As soon as the thieves had disappeared Ali Baba jumped down from the tree, said, "Open Sesame" and went into the cave.

There were shelves all around the walls. The shelves were full of sacks. And the sacks were full of gold. Ali took a sack home with him.
Unfortunately, one of the thieves saw Ali's footprints on the sand. He followed them to Ali's home. He took out his knife and made a cross on the door.

"Now I shall know which house it is," he said.
 
He rode off to get the other thieves. But Ali had seen the thief.
 
He and his wife took brooms and swept away the footprints. Then he made crosses on every door at the street. When the forty thieves arrived they had their knives between their teeth. But they couldn't find either Ali – or the gold. And Ali and his wife lived happily ever after.



Ali Baba adalah seorang pria miskin yang hanya memiliki sebuah sepatu di kedua kakinya. Bahkan tikus-tikus di rumahnya juga kelaparan.

Suatu hari, istrinya berkata, "Kita tidak mempunyai makanan di rumah. Tidak ada beras. Tidak ada kentang. Pergi dan kumpulkan daun-daunan di hutan sehingga saya bisa membuat sup."

Ali adalah seorang pria yang malas. Dia mencari daun-daunan sekitar 10 menit dan kemudian dia memanjat pohon untuk tidur. Dia takut dengan serigala. Ketika dia bangun, dia terkejut melihat 40 pencuri menunggang 40 kuda. Mereka berhenti di depan sebuah batu besar.

"Buka Sesame!" teriak sang pemimpin. Sebuah pintu pada batu tersebut pun terbuka. Pencuri-pencuri tersebut membawa kantong-kantong yang penuh dengan emas ke dalam gua. Ketika mereka telah menyelesaikannya, sang pemimpin berteriak.

 "Tutup Sesame!" dan pintu tersebut menutup. Segera setelah pencuri-pencuri tersebut telah pergi Ali Baba loncat turun dari pohon, berkata, "Buka Sesame" dan pergi ke dalam gua tersebut.

Terdapat rak-rak di seluruh sekeliling dinding tersebut. Rak-rak tersebut penuh dengan kantong-kantong. Dan kantong-kantong tersebut penuh dengan emas. Ali mengambilnya satu kantong dengannya ke rumah.

Sayangnya, salah satu dari pencuri-pencuri tersebut melihat jejak kaki Ali di pasir. Dia mengikutinya sampai ke rumahnya Ali. Dia mengeluarkan pedangnya dan membuat tanda silang di pintunya.

"Sekarang saya sudah tahu rumah yang mana ini," dia berkata.

Dia berkendara pergi untuk memberitahu pencuri yang lain. Tetapi Ali telah melihat pencuri tersebut.

Dia dan istrinya mengambil sapu dan menyapu jejak-jejak kaki. Kemudian dia membuat tanda silang di semua pintu di jalan. Ketika 40 pencuri tersebut datang dengan pisau-pisaunya diantara gigi-gigi mereka. Tetapi mereka tidak dapat menemukan Ali atau emas tersebut. Dan Ali dan istrinya hidup senang selamanya.

Zaman logam
  • 1. • Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat- alat dari batu.• Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan.• Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue.
  • 2. • Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan.• Zaman logam ini dibagi atas: – 1. Zaman Perunggu – 2. Zaman Besi – 3. Zaman Tembaga (tidak terlalu berkembang di indonesia)
  • 3. Zaman Perunggu• Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan) ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.• Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain :a. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas) ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa- Bali, Sulawesi, Kepulauan Selayar, Irianb. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin. Ditemukan di Sumatera, Jawa- Bali, Sumbawa, Roti, Selayar, Leti
  • 4. Kapak Corong
  • 5. Nekara
  • 6. c. Bejana perunggu di Indonesia ditemukan di tepi Danau Kerinci (Sumatera) dan Madura, bentuknya seperti periuk tetapi langsing dan gepeng.• Kedua bejana yang ditemukan mempunyai hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin-pilin yang mirip huruf J.
  • 7. Bejana Perunggu
  • 8. d. Arca perunggu/patung yang berkembang pada zaman logam memiliki bentuk beranekaragam, ada yang berbentuk manusia, ada juga yang berbentuk binatang. Pada umumnya arca perunggu bentuknya kecil-kecil dan dilengkapi cincin pada bagian atasnya.• Adapun fungsi dari cincin tersebut sebagai alat untuk menggantungkan arca itu sehingga tidak mustahil arca perunggu yang kecil dipergunakan sebagai liontin/bandul kalung.• Daerah penemuan arca perunggu di Indonesia adalah Bangkinang (Riau), Palembang (Sumsel) dan Limbangan (Bogor).
  • 9. Arca Perunggu
  • 10. e. Candrasa• Kalau dilihat dari bentuknya, tentu Candrasa tidak berfungsi sebagai alat pertanian/pertukangan tetapi fungsinya diduga sebagai tanda kebesaran kepala suku dan alat upacara keagamaan. Hal ini karena bentuknya yang indah dan penuh dengan hiasan.
  • 11. Candrasa
  • 12. f. Perhiasan : gelang, anting-anting, kalung dan cincin.• Jenis perhiasan dari perunggu yang ditemukan sangat beragam bentuknya yaitu seperti kalung, gelang tangan dan kaki, bandul kalung dan cincin.
  • 13. • Di antara bentuk perhiasan tersebut terdapat cincin yang ukurannya kecil sekali, bahkan lebih kecil dari lingkaran jari anak-anak. Untuk itu para ahli menduga fungsinya sebagai alat tukar (mata uang).• Daerah penemuan perhiasan perunggu di Indonesia adalah Bogor, Malang dan Bali.
  • 14. Perhiasan
  • 15. Zaman Besi• Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.• Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:• a. Mata Kapak bertungkai kayu• b. Mata Pisau• c. Mata Sabit• d. Mata Pedang• e. Cangkul
  • 16. • Alat-alat tersebut ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Timur)• Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
  • 17. TABEL KEBUDAYAAN LOGAM
  • 18. • Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan di Eropa, karena zaman logam di Eropa mengalami 3 fase/bagian, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.• Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perunggu.
  • 19. • Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.
  • 20. KESIMPULAN• Manusia pada zaman logam itu sudah tergolong berkembang karena manusia pada zaman ini sudah mampu memproduksi barang atau alat terlebih menggunakannya, yang terbuat dari aneka logam dengan cara teknik a cire perdue dan bivalve

Minggu, 19 Februari 2012




 










































   

7 Bangunan Bersejarah Di Indonesia


Indonesia banyak bangunan yang menyimpan nilai historis yang luhur, namun sebelas objek di bawah ini juga memiliki nilai arsitektur yang sangat tinggi.
Banyak mata yang sudah mengakui keindahan dan kemegahannya. Bila Anda sedang berlibur ke suatu daerah, tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat bangunan, jembatan, mesjid atau berbagai peninggalan bersejarah lainnya, yang menjadi trade mark daerah tersebut.

Meskipun banyak yang bukan merupakan hasil karya bangsa ini, tak sedikit bangunan, mesjid bahkan jembatan yang merupakan karya para arsitek negeri sendiri yang memiliki nilai arsitektural yang tinggi. Kali ini kami khusus mengajak Anda "berwisata" ke berbagai peninggalan bersejarah tersebut yang tersebar di beberapa daerah.

1.Istana Maimun
Istana Maimun telah dinobatkan sebagai bangunan terindah di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di kawasan Jl. Brigjen Katamso, istana megah ini selesai dibangun sekitar tahun 1888 dan merupakan warisan dari Sultan Deli Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sapuan warna kuning pada gedung ini merupakan warna khas Melayu.
 2.Lawang Sewu

Membahas tentang arsitektur atau bangunan tua di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari sebuah bangunan legendaris yang berdiri kokoh di Kota Semarang, tepatnya di kawasan Simpang Lima, yaitu Lawang Sewu. Bangunan yang artinya adalah "seribu pintu" ini, sesungguhnya bukan nama sebenarnya yang diberikan untuk bangunan ini.

Nama tersebut menjadi legendaris karena banyaknya jumlah pintu yang terdapat pada gedung keno ini. Dahulu, Lawang Sewu yang bergaya art deco adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS) dan bangunan ini merupakan salah satu karya terbaik arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang.

Pemerintah Kota Semarang sendiri telah menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu gedung yang dilindungi. Predikat ini layak disandang oleh Lawang sewu karena gedung ini juga merupakan saksi sejarah Indonesia saat pecahnya perang sengit selama 5 hari di Semarang, antara Angkatan Muda Kereta Api melawan kompetai dan Kido Buati, Jepang.
 3.Taman Sari

Taman bunga yang indah. Begitulah kira-kira arti dari nama Taman Sari. Areal pemandian ini merupakan kompleks bangunan yang sangat indah dan menjadi aset Keraton Yogyakarta. Dibangun setelah Perjanjian Giyanti pada tahun 1755, tempat ini memang didesain sebagai tempat pengasingan diri Sultan Yogyakarta dan keluarganya dari hiruk pikuk dunia. Meskipun sempat luluh lantak terguncang gempa, saat ini Taman Sari sudah kembali terlihat cantik.

Taman Sari memang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghadirkan ketenangan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Bangunan ini juga mencerminkan style yang multikultur (Portugis, Belanda, Cina, Jawa, Hindu, Buddha, Nasrani, dan Islam). Kolam mungil dengan air mancurnya yang jernih dan pohon-pohon berbunga, menambah keasrian tempat ini. Sekaligus menjadikannya sebagai lokasi peristirahatan yang sempurna.

4.Tongkonan

Selain bangunan peninggalan kolonial, Indonesia juga memiliki sejumlah rumah adat dengan bentuk atau desain yang unik. Bangunan ini memang bukan karya seorang arsitek era modern yang menguasai segudang teori. Melainkan kreasi sekelompok manusia yang masih mencintai serta menjunjung tinggi adat istiadat yang diwariskan oleh leluhurnya. Dan Tongkonan, rumah adat masyarakat Tana Torja di Sulawesi Selatan, adalah salah satunya.

Tongkonan memang memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah adat lainnya. Rumah ini berupa rumah panggung dari kayu. Atapnya yang terbuat dari susunan bambu yang dilapisi ijuk hitam serta bentuknya yang melengkung seperti perahu telungkup, membuat rumah ini mirip dengan Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minang atau Batak. Dinding rumah yang terbuat dari kayu, juga diukir dengan aneka ukiran khas Toraja.

Ciri lain yang paling menonjol pada Tongkonan adalah adalah kepala kerbau beserta tanduknya yang meliuk indah yang disusun pada sebuah bang utama di depan setiap rumah. Jumlah kepala kerbau yang ada di setiap rumah bisa berbeda. Semakin banyak "hiasan" ini di sana, maka semakin tinggi derajat keluarga yang tinggal di dalamnya. Karenanya. Tongkonan juga menjadi salah satu daya tarik wisata Tator dan banyak diminati para pecinta foto.

5.Jembatan Mahakam

Bicara soal arsitektur tak terbatas hanya pada bangunan, rumah atau gedung. Nah, untuk kategori ini, Jembatan Mahakam 2 atau yang juga dikenal dengan Jembatan Tenggarong di Kalimantan Timur, menjadi salah satu pilihan.

Melintang di atas Sungai Mahakam di tepian Kota Tenggarong, jembatan ini adalah yang ke dua setelah Jembatan Mahakam I yang berada di tengah Kota Samarinda. Namun demikian, Jembatan Mahakam 2 mempunyai desain yang menarik dibanding "saudara tuanya" atau jembatan lainnya di Nusantara. Jembatan ini tergolong suspension cable bridge dan berdesain nyaris sama dengan Golden Gate di San Francisco, Amerika Serikat.

Wajar saja bila jembatan yang membentang sejauh sekitar 710 meter ini tak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Tenggarong. Menjelang senja, lampu-lampu yang terpasang pada tiang dan kebel-kabelnya akan menyala dan menyajikan sebuah panorama yang indah.

6.Mesjid Istiqlal

Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal. Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur'an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!


7.Gedung Sate

Di Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.
Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini, selesai dibangun pada tahun 1924.

Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang "berani beda" dan tak populer di zamannya.

Kini, di depan bangunan ini terdapat sebuah monumen untuk mengenang gugurnya para pejuang Jawa Barat saat mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurka. Setiap hari Minggu atau hari libur nasional, gedung ini selalu dipenuhi wisatawan.

Usai menikmati kemegahan gedung ini dari luar, Anda bisa menuju menaranya untuk menyaksikan benda-benda bersejarah. Atau bisa juga sekadar bersantai di kafe yang ada di gedung ini sambil menikmati suasana dan udara Kota Bandung yang sejuk dan segar.
 MALIN KUNDANG

Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”.
Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat.

" 10 MANUSIA ANEH "


1. Wang – Manusia Unicorn
Tahun 1930, seorang petani Cina dari Mancgukuo bertemu dengan seorang bankir Rusia. Orang Rusia itu mengambil gambar si petani dan mengirimkan fotonya ke Robert Ripley dari acara ‘Believe It Or Not’.
Diketahui sebagai Wang, atau terkadang dipanggil Weng, petani ini sebenernya bertubuh normal, kecuali tanduk sepanjang 14 inci yang tumbuh dari belakang kepalanya. Ripley menawarkan uang yang banyak buat siapa saja yang bisa membawanya tampil di Odditorium. Namun, Wang menghilang dari publik di awal 1930an dan tidak pernah terdengar lagi kabarnya.
8de46 1tdbgd68 Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia
2. Martin Laurello – Manusia burung hantu
Pria bernama Martin Laurello ini lahir dengan nama Martin Emmerling di Nuremburg, Jerman tahun 1886. Dia mulai berakting di Eropa saat berumur 20an dan berlanjut ke Amerika tahun 1921.
Dia tampil beberapa kali di Coney Island dan bekerja juga untuk Ringling Bros, pertunjukkan Barnum Baileys. Dia juga bekerja untuk Royal American Shows milik Dick Best dan akhir tahun 1945 tampil dengan Ripley dengan “Popeye Perry” dan “Junior Stiles”, bocah lobster berumur tujuh tahun.
8de46 ommkyqsq Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia
3.Mary ann Webster – Wanita terjelek
Mary Ann Webster lahir di London, Inggris tahun 1874,dengan tujuh saudara. Saat muda, dia bekerja sebagai perawat dan tahun 1903 menikah dengan seorang penjual sayuran, Thomas Bevan.
Tidak lama setelah menikah, Mary Ann mulai memperlihatkan gejala acromegaly, pembesaran karena pertumbuhan abnormal dan kelainan fungsi di wajah, seperti sakit kepala, penglihatan kabur dan sakit otot dan sendi. Dia punya empat anak sebelum Thomas meninggal tahun 1914.
8de46 ux691c2c Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
4.Madamm Clofullia – Wanita berjanggut
Madame Clofullia lahir dengan nama Josephine Boisdechene di Switzerland pada abad ke 18 awal. Kata orang, dia lahir dengan tubuh berambut dan punya janggut setebal 2 inci di umur delapan.
Di umur delapan, dia mulai melakukan tur di Eropa bersama ayahnya. Di Paris, dia bertemu pelukis Fortube Clofullia dan lalu menikah dengannya. Dia menjadi terkenal karena menunjukkan janggutnya saat meniru punya Napoleon III. Lalu, penguasa daerah itu memberinya permata yang sangat besar.
8de46 f8sstotp Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
5.Myrtle Corbin – Wanita berkaki empat
Josephine Myrtle Corbin lahir di Lincoln Country, Tennesee tahun 1868. Dia lahir dipygus, punya dua panggul terpisah bersebelahan dari pinggang.
Kaki tambahan ini adalah bagian dari kembarannya yang nggak terpisah dengan benar, kayak Frank Lentini yang punya tiga kaki. Setiap kaki kecilnya sepasang dengan kaki yang besar, Dia mengatakan bisa menggerakan kali kecilnya, tapi tidak cukup kuat buat berjalan. Dia punya empat putri dan satu putra.
8de46 nejb3fjc Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
6.Mademmoiselle Gabrielle – Wanita setengah tubuh
Lahir di Basle, Switzerland, tahun 1884, Gabrielle Fuller pertama kalo ikut sirkus di Paris Exposition tahun 1900. Dia melakukan perjalanan dengan Ringling Brothers Circus tampil di pertunjukkan Dreamland Coney Island.
Dia menikah dua kali, yang pertama dengan John de Fuller. Dia punya badan atas yang sempurna yang berakhir di pinggang.
8de46 6bbwcuuu Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
7.Lionel – Bocah berwajah singa
Stephan Bibrowsky lahir di Ploandia tahun 1890 dari orang tua yang normal. Dia menderita hypertrichosis, kelainan genetik yang jarang terjadi yang menutupi seluruh tubuh dengan bulu.
Hanya ada sekitar 50 kasus dari kelainan ini yang diketahui sejak abad pertengahan. Dalam kasus Lionel, rambut sepanjang enam inci menutupi badannya. Dia ditemukan oleh seorang dari Jerman bernama Meyer saat dia empat tahun dan menjadi terkenal di Eropa dimana dia mendapat julukan manusia berwajah singa.
Beda jauh sama binatang tentunya, dia pakai baju dan gaul dengan lima bahasa yang dia kuasai.
 8de46 ogk958lt Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
8. Juan Baptista de santos – Pria dengan 2 penis
Jean (atau Juan) Baptista dos Santos dikatakan telah menjadi seorang “Gipsey”, lahir di Faro, Portugal di 1843. dari suami-istri normal dengan dua anak normal lainnya. Karirnya di pertunjukkan diawasi oleh tim medis.
Tahun 1865, dia menghasilkan 200.00 franc untuk tampil dengan sirkus di Perancis selama dua tahun. Dia memiliki dua penis yang berfungsi dam tiga scrota, dua bagian yang punya satu testis. Dos Santos mengatakan dulunya dalam scrotum tengahnya juga juga terdapat sepasang testis, tapi sekarang telah menyatu dengan peruts saat dia berumur sepuluh tahun.
8de46 FOovxDhaboq3olq1K3El8afRo1 400 Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia 
9.Joseph Merrick- Manusia Gajah
Lahir tahun 1862, Joseph Merrick memiliki kelainan fisik yaitu daun telinganya tumbuh sangat besar ketika dia berumur lima tahun.
Dia ikut sebuah pertunjukkan di tahun 1884, di sana dia diperlakukan dengan baik dan mendapat banyak uang.
Seorang dokter pengunjung melihatnya dan berencana mengubah hidupnya. Sekarang diketahui Joseph Merrick sebenarnya dia menderita sindrom Proteus dan bukan elephantiasis yang seperti yang dikira. Merrick meninggal di umur 27 karena mati lemas saat tidur.
8de46 2gko2cgm Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia
10.Ella harper – Gadis Unta
Inilah tulisan pitch card dari Ella Harper. Pitch card itu adalah iklan buat atraksi pertunjukkan.
8de46 cfgk0ebm Sepuluh Manusia Paling Aneh Di Dunia
“Saya dipanggil gadis unta karena lutut saya menghadap belakang. Saya bisa berjalan dengan tangan dan kaki saya seperti yang Anda lihat di gambar. Saya telah berpergian untuk pertunjukkan selama empat tahun dan sekarang, tahun 1886 dan saya memutuskan berhenti dan pergi ke sekolah dan mencari kegiatan baru”